SKRIPSI PENGARUH IMPLEMENTASI METODE DISKUSI TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII

Posted by cak umam on Minggu, 23 Oktober 2011

PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH IMPLEMENTASI METODE DISKUSI TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII

MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI SMP DARUSSALAM BADANG

NGORO JOMBANG


A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan memegang peranan penting yang menyangkut kemajuan dan masa depan bangsa, tanpa pendidikan yang baik mustahil suatu bangsa akan maju. Dan hampir seluruh negara di dunia ini menangani secara langsung masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan.

Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 menyebutkan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional.”

Adapun arti pendidikan itu sendiri dijelaskan oleh beberapa tokoh pendidikan antara lain:

Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.[1]

Pendidikan adalah memberikan kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.[2]

Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya.[3]

Salah satu tujuan pendidikan adalah upaya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan individual, sehingga potensi kejiwaaan anak dapat di aktualisasikan secara sempurna.

Dan tujuan pendidikan nasional adalah membangun kualitas manusia yang taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan selalu dapat meningkatkan hubungan dengan-Nya, sebagai warga negara yang berPancasila mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti yang luhur, dan berkepribadian yang kuat, cerdas, terampil, dapat mengembangkan dan menyuburkan sikap demokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara sesama dengan lingkungan, sehat jasmani, maupun mengembangkan diri dan masyarakat.[4]

Sedangkan pendidikan di Indonesia itu ada 2 (dua) tujuan yaitu tujuan institusional dan tujuan instruksional.

a. Tujuan institusional adalah tujuan pendidikan yang hendak dicapai oleh lembaga yang bersangkutan sebagai lembaga pendidikan misalnya tujuan sekolah dasar.

b. Tujuan instruksional adalah tujuan yang dirumuskan dan diharapkan dapat dicapai dengan pengajaran tertentu.[5]

Tujuan pengajaran di sekolah hendaknya bersifat komprehensif artinya bukan hanya mengutamakan penambahan pengetahuan, melainkan juga pembentukan strategi belajar mengajar yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep, memecahkan suatu masalah melalui suatu proses yang memberi kesempatan pada siswa untuk berfikir dan, percaya kepada diri sendiri dan berani mengemukakan pendapatnya, berlatih bersifat kritis dan positif, serta mampu berinteraksi sosial. Dengan kata lain, diskusi kelompok merupakan salah satu strategi belajar mengajar yang memungkinkan tercapainya tujjuan komprehensif, serta melatih siswa untuk lebih bisa mengungkapkan ide-idenya dan berani untuk berbicara di depan orang lain.

Pada hakekatnya guru masih sering menggunakan satu metode dalam pembelajaran, yaitu metode ceramah sehingga proses belajar anak sekedar merekam informasi saja, hal demikian mengakibatkan proses belajar anak hanya bersifat harfiah saja. Guru mendektekan informasi dan siswa memperhatikan serta mencatat yang akhirnya anak membiasakan diri untuk tidak kreatif dalam mengemukakan ide-ide dan memecahkan masalah yang efeknya akan membawa anak-anak dalam kehidupan di masyarakat. Siswa kurang dapat mengolah informasi menjadi ide-ide yang baru, tetapi hanya merekam dan mengemukakan informasi yang telah diterimanya, hal ini menyebabkan kesulitan pada siswa untuk memahami ateri yang diterimanya.

Di saat sekarang ini sering kita jumpai para siswa yang tidak punya kesiapan dalam menghadapi kegiatan belajar mengajar, terutama dalam materi pelajaran yang akan disampaikan sehingga ketika di dalam kelas siswa tidak mengetahui materi yang akan dibahas. Selain itu masalah allokasi waktu yang tidak mencukupi, sehingga menyebabkan interaksi belajar mengajar menjadi tidak efektif dan efisien serta tidak sesuai dengan tuntutan yang diharapkan oleh kurikulum. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu cara agar pelaksanaan belajar mengajar dapat terlaksana secara efektif.

Ada beberapa pelajaran yang di dalamnya mencakup pelajaran memahami, menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi dalam kenyataannya di lapangan masih belum mencapai target yang diinginkan secara memadai. Hal ini disebabkan oleh kesulitan siswa dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru, selain itu metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar masih monoton dan masih terpaku pada buku-buku pelajaran saja.

Memilih metode dalam proses belajar mengajar sangatlah penting sebab dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran yang disampaikan itu akan berpengaruh terhadap siswa.

Oleh sebab itu, metode diskusi dapat dijadikan sebagai salah satu metode dalam pembelajaran.

Dalam ajaran Islam juga menunjukkan pentingnya menggunakan metode diskusi. Sebagaimana firman Allah dalam surat Asy-Syuro ayat 38 yang berbunyi:

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan sholat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka.[6]

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Implementasi Metode Diskusi terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darussalam Badang Ngoro Jombang

B. Batasan Masalah

Menentukan suatu batasan masalah pada hakekatnya adalah untuk ruang lingkup hal-hal yang menjadi fokus dalam penelitian itu sendiri. Adapun ruang lingkup dari penelitian ini adalah:

1. Penelitian ini dilakukan di SMP Darussalam Badang Ngoro Jombang.

2. Subyek penelitian adalah siswa siswi kelas VIII mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darussalam Badang Ngoro Jombang.

3. Variabel yang diteliti: Penggunaan Metode Diskusi di SMP Darussalam Badang.

C. Rumusan Masalah

Sehubungan dengan latar belakang masalah di atas, maka ada 3(tiga) permasalahan yang akan diajukan dalam penelitian ini yaitu:

1. Bagaimana implementasi metode diskusi mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darussalam Badang Ngoro Jombang?

2. Bagaimana prestasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam?

3. Bagaimana pengaruh implementasi metode diskusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Darussalam Badang Ngoro Jombang?

SILAHKAN DOWNLOAD DISINI

  1. BAB I
  2. BAB II
  3. BAB III
  4. BAB IV
  5. BAB V
  6. DAFTAR PUSTAKA
  7. DESAI PROPOSAL
  8. ANGKET


[1] John Dewey

[2] J.J. Roosseau

[3] H. Abu Ahmadi dan Nur Uhbayati, 2003:69

[4] Soedjono, H. Dahlan, H. Abu Ahmadi, dan Nur Uhbiyati. 2003.29

[5] H. Abu Ahmadi dan Nur Uhbayati, 2003: 138

[6] Al-Quran dan terjemah

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar