RESENSI NOVEL SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Posted by cak umam on Senin, 19 Maret 2012

RESENSI NOVEL

SURAT KECIL UNTUK TUHAN

PENULIS : Agnes Davonar

Penerbit : Inandra

Jumlah Halaman : 168

Harga : Rp 38.800

ISBN : 9789791834612

Kelebihan

Cerita ini sungguh menyentuh hati, ternyata gadis sekecil itu juga bisa berfikir positif dan dewasa. Kisahnya menjadi inspirasi jutaan pembacanya. Dan mungkin bagi beberapa penderita kanker yang masih berjuang untuk hidup. Juga mengajarkan kepeda mereka yang sehat supaya lebih bersyukur.

Gita Sesa Wanda Cantika yang akrab dipanggil dengan keke. Dia adalah seorang remaja umur 13 th. Dia adalah siswa kelas 2 SMP dia mempunyai 2 kakak laki-laki dia tinggal bersama ayah dan kakaknya, karena ayahnya dan ibunya sudah bercerai.

Suatu pagi keke terbangun dengan mata memerah dan hidungnya berdarah. Dia menganggap kalu itu terjadi karena kelelahan sehabis mengikuti olah raga Volley. Ayah keke membawa ke rumah sakit untuk diperiksa Dokter Cuma bilang kalau keke sakit flu. But after one last week matanya tidak kunjung memutih, malah memerah, dia juga sering baget mimisan.

Lalau dokter menyuruh keke foto rongsen, setelah foto rongsennya keluar dalam bentuk copy scenen, dan dokter bilang kepada ayah keke kalau keke terkena kanker jaringan lunak, yang menyerang wajah kiri keke. Jika tidak dioprasi maka hidup keke tidak akan bertahan lebih dari 3 bulan.

Perasaan keke saat itu sangat hancur. Dia tahu hidupnya tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan sebelah kirinya karena sangat sering mimisan.

Tuhan mengapa ia tega merengget masa depannya air mata yang berjatuhan setiap harinya tidak ia lewatkan. Walau demikian dia merasa beruntung sahabt-sahabatnya, keluarganya dan kekasihnya selalu ada disampingnya untuk memberikan dukungan tanpa henti. Ketika dia mulai pasrah Tuhan menjemputnya dia hanya berdo’a dan berharap kepada tuhan, agar Tuhan memberikan waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selamat berpisah dengan sahabat, kekasih dan keluarganya.

Disaat dia hanya mampu berbaring dan mengalami kritis, Tuhan mendengar doanya. Disaat itulah dia mendapatkan mukjizat, melalui dokter disaat terakhir hidupnya dia sembuh dan kanker diwajahnya menghilang secara ajaib. Dia merasakan kebaikan Tuhan padanya, dan mampu melawan vonis kematian, yang dikatakan dokter padanya. Dia pun berjanji kepada Tuhan , mulai saat itu dia bersyukur akan kehidupan yang Tuhan berikan kepadanya. Usai penyakitnya hilang hidupnya. Dia melewati hari-harinya dengan bahagia bersama keluarga dan teman temannya dia menghabiskan waktunya dengan belajar kitab suci dan mendekatkan diri pada tuhan. Hidupnya pun berlalu dengan bahagia. Walaupun akhirnya hal yang tidak dia harapkan terjadi lagi dalam hidupnya. Ketiaka kanker itu kembali padanya, kini ia menyerang wajah sebelah kanannya.

Disaat dia mendapat vonis itu kembali dia tidak lagi marah kepada tuhan. Dia bersyukur padaNya Tuhan memberikan kesempatan hidup lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat dan keluarganya. Walaupun air mata berjatuhan disampingnya, dia berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupnya adalah tanda saying Tuhan padanya.

Dokter yang menyelamatkan dia pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamtkan keke. Keke hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga dia bisa melewati ujuan terakhirnya di dunia ini, agar bisa lulus di bangku SMP walau dia buta dan lumpuh dia berjanji pada tuhan. Dia bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan akhirnya mampu memakai seragam rok warna abu-abu dan duduk dibangku SMA bersama sahabt sahabtnya, walau hanya sehari disaat sebelum dia harus dilarikan kerumah sakit karena darah terus mengalir dari hidungnya. Kematian semakin dekat dan itu bisa dia rasakan disaat hembusan nafasnya semakin berat dan sulit.

Tetapi dia tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan suratnya kepada Tuhan. Surat yang telah membuatnya hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lainnya yang mengalami penyakit kanker dan masih berjuang untuk hidup karena semua penyakit kanker mempertaruhkan nyawa

Kelemahan

Novel tersebut membuat penderita kanker yang lain semakin takut

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar