PENGARUH CAHAYA TERHADAP BIJI KACANG HIJAU

Posted by cak umam on Rabu, 28 November 2012

PENGARUH CAHAYA TERHADAP BIJI KACANG HIJAU

 

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah biologi hasil penelitian kelompok kami dengan baik. Makalah ini bertemakan “Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Perkecambahan”.
            Pada dasarnya cahaya itu sangat diperlukan dalam proses fotosintesis untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Namun jika terlalu banyak cahaya yang ada, maka dapat menonaktifkan auksin sehingga dapat menghambat proses pertumbuhan.
            Dengan adanya makalah ini dapat membantu mengetahui perbedaan kecepatan tumbuh dan kondisi paling baik untuk menumbuhkan kecambah yang nantinya akan berguna untuk penelitian lebih lanjut. Dan juga berguna bagi kita yang ingin menumbuhkan kecambah yang baik dan berkualitas.
            Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu guru mata pelajaran biologi kami yang telah membimbing kami selama jam pelajaran biologi. Serta membimbing kami selama proses penelitian intensitas cahaya pada perkecambahan dan dalam penyusunan makalah ini.
            Sesuai kata pepatah “Tiada Gading Yang Tak Retak”, kami mohon maaf apabila terjadi kesalahan. Kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari Ibu guru maupun teman-teman .

DAFTAR ISI

Judul
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar grafik
Daftar gambar
Bab I   PENDAHULUAN
1.1  Latar belakang.............................................................................................................
1.2  Rumusan masalah........................................................................................................
1.3  Tujuan penelitian ........................................................................................................
1.4  Manfaat penelitian......................................................................................................
Bab II  : Tinjauan pustaka ……………………………………………………………………….    
Bab III            : Hipotesis ……………………………………………………………………………….
Bab IV            : Metodologi …………………………………………………………………………….
Bab V : Hasil dan pembahasan …………………………………………………………………
Bab VI            : Penutup ………………………………………………………………………………..
            6.1 Kesimpulan ………………………………………………………………………….
6.2 Saran…………………………………………………………………………………
Daftar pustaka              

BAB I  PENDAHULUAN.
 
1.1 Latar Belakang
Suatu ciri  hidup yang  hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan.  Tumbuhan  tingkat  tinggi pada umumnya  tergolong  pada organisme autotrof,  yaitu makhluk hidup yang dapat  mensintesis  sendiri senyawa  organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis. Fotosintesis atau asimilasi karbon adalah proses pengubahan zat-zat anorganik  dan  oleh klorofil menjadi zat organik karbohidrat dengan bantuan cahaya. Proses fotosintesis hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang mempunyai klorofil. Proses ini hanya akan terjadi  jika ada cahaya dan melalui perantara pigmen hijau daun yaitu klorofil yang terdapat dalam kloroplas. Kalau fotosintesis adalah suatu proses penyusunan (anabolisme  atau asimilasi) di mana energi diperoleh dari sumber cahaya dan disimpan sebagai zat kimia, maka proses respirasi adalah suatu proses pembongkaran (katabolisme atau disimilasi) dimana energi yang tersimpan dibongkar kembali untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan. Fotosintesis sendiri berlangsung dengan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya.
            Kacang hijau merupakan salah satu tumbuhan dikotil yang mudah tumbuh di segala media, seperti di media tanah, kapas ataupun sejenisnya. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau, salah satu diantaranya adalah intensitas cahaya.
            Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya, kelompok kami melakukan observasi terhadap biji kacang hijau pada media kapas yang diletakkan di tempat gelap dan terang selama 6 hari.

 1.2 Rumusan Masalah
            1.2.1 Apa pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau?
            1.2.2 Bagaimana perbedaan petumbuhan kacang hijau pada tempat gelap dan
                    terang.
            1.2.3 Bagaimana ketinggian kecambah selama 6 hari?
1.3 Tujuan Penelitian
            1.3.1 Untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji
                      kacang hijau.
            1.3.2 Untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan kacang hijau pada tempat
                      gelap dan terang.
            1.3.3 Untuk mengetahui ketinggian kecambah selama 6 hari.
1.4 Manfaat Penelitian                                                                                                                        Dari hasil penelitian yang kami lakukan , kami bisa mengetahui perbedaan kecepatan tumbuh dan kondisi paling baik untuk menumbuhkan kecambah yang nantinya akan berguna untuk penelitian lebih lanjut. Harapan kami agar masyarakat luas dapat menggunakan hasil penelitian kami sebagai pengetahuan tambahan yang berguna bagi mereka, juga membantu dalam bidang pertanian agar menemukan cara baru untuk menumbuhkan kecambah dengan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Dan juga berguna bagi kita yang ingin menumbuhkan kecambah yang baik dan berkualitas.


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

 Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio. Hasil perkecambahan ini adalah munculnya tumbuhan kecil dari dalam biji. Proses perubahan embrio saat perkecambahan adalah plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, dan radikula tumbuh dan berkembang menjadi akar.
Pada biji kacang hijau terjadi perkecambahan epigeal. Pada perkecambahan epigeal, hipokotil tumbuh memanjang, akibatnya kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah dan kotiledon berada di atas tanah.
Perkecambahan dimulai dengan proses penyerapan air ke dalam sel-sel. Proses ini merupakan proses fisika. Masuknya air pada biji menyebabkan enzim bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Protein juga dipecah menjadi asam-asam amino. Senyawa glukosa masuk ke proses metabolisme dan dipecah menjadi energi/ diubah menjadi senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh. Asam-asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi untuk menyusun struktur sel dan menyusun enzim-enzim baru. Asam-asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membran sel.
Pertumbuhan umumnya berlangsung baik dalam keadaan gelap. Perkecambahan membutuhkan hormon auksin dan hormon ini mudah mengalami kerusakan pada intensitas cahaya yang tinggi. Karena itu di tempat gelap kecambah tumbuh lebih panjang dari pada di tempat terang.
Pada akhir proses perkecambahan, tumbuhan membentuk akar, batang, dan daun. Pada ujung batang dan ujung akar terdapat sel-sel meristem yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel yang memiliki struktur dan fungsi yang khusus. Aktivitas sel-sel meristem menyebabkan batang dan akar tumbuh memanjang.
Tumbuhan yang diletakkan ditempat keadaan gelap akan tumbuh lebih cepat dari pada yang ditempatkan di tempat yang terkena cahaya. Akan tetapi, tumbuh pucat, kurus, dan daun tidak berkembang. Tumbuhan seperti itu disebut mengalami etiolasi. Dalam keadaan tidak ada cahaya, auksin pemanjangan sel-sel, sehingga tumbuhan tumbuh lebih cepat. Sebaliknya dalam keadaan banyak cahaya, auksin mengalami kerusakan sehingga pertumbuhan terhambat. Tumbuhan lebih pendek, kokoh, dan daun berkembang sempurna dan berwarna hijau. Cahaya dibutuhkan dalam fotosintesis. Dengan demikian cahaya berpengaruh langsung kepada ketersediaan makanan. Klorofil dibuat dari hasil-hasil fotosintesis. Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak dapat membuat klorofil sehingga daun menjadi pucat. Akan  tetapi, jika insensitas cahaya terlalu tinggi klorofil akan rusak.      



BAB III  HIPOTESIS

                3.1 Ada pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan biji kacang hijau.
                3.2 Ada perbedaan pertumbuhan kacang hijau pada tempat gelap dan terang.
                3.3 Adanya peningkatan ketinggian kecambah selama 6 hari.


BAB IV METODOLOGI

Waktu dan Tempat : Kelas XII IPA SMA PGRI Ngoro
Hari / tanggal : Rabu / 25 juli 2012
 Waktu : Pukul 08.30  WIB.

Alat dan Bahan
1.      Gelas plastic 4 buah
2.      Penggaris
3.      Kapas
4.      Air
5.      Biji kacang hijau
Langkah kerja
1.      Memotong pangkal batang tanaman Hydrilla sp lalu meletakkan di dalam air yang berada dalam tabung pengumpul gas. Lalu menyelupkan tabung pengumpul ke dalam tabung reaksi besar yang berisi air kran.
2.              Menutup rapat-rapat tabung mikrobiuret dengan pipa karet sehingga seluruhmikrobiuret terisi penuh.
3.              Menutup celah pada mulut  tabung pengumpul yang berisi Hydrilla sp dengan menggunakan bubble gum, jika masih terdapat lubang udara, makan diolesi dengan vaselin.
4.              Meletakkannya pada tempat yang terang dan gelap dengan suhu dan intensitas cahaya yang berbeda kemudian mengamati adanya gelembung udara.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN.


5.1  Pengaruh cahaya terhadap perkecambahan
Cahaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkecambahan pada tumbuhan. Apabila kekurangan cahaya maka auksin akan tumbuh dengan baik sehingga tumbuhan akan cepat tumbuh. Apabila kelebihan cahaya maka auksin akan mengalami kerusakan sehingga pertumbuhan akan terhambat. Namun, pada tempat yang kekurangan cahaya tumbuhan menjadi pucat dan kurus. Seperti halnya pada proses perkecambahan. Kacang hijau yang mengalami perkecambahan pada tempat gelap lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan kacang hijau pada tempat terang, karena pada tempat terang kacang hijau mengalami kerusakan auksin.
Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Faktor lingkungan (cahaya) sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah/kacang hijau ini. Cahaya yang selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis juga berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ dan keseluruhan tumbuhan.                                                                                                          Dalam keadaan terang, batang memiliki auksin yang sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya sehingga pertumbuhan tumbuhan pun terhambat. Tetapi walaupun begitu, tumbuhan dalam keadaan terang memiliki banyak klorofil dan tumbuh berkembang. Sedangkan dalam keadaan gelap, batang memiliki banyak auksin sehingga tumbuh lebih panjang. Tetapi dalam keadaan gelap ini walaupun tumbuh dengan lebih cepat daripada yang terkena cahaya, tumbuhan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus, tidak berkembang (mengalami etiolasi), batang membengkok ke arah cahaya dan berumur pendek.                                                                     Pada pertumbuhan di tempat teduh, kacang hijau memiliki bentuk yg hampir sama dengan di tempat terang, hanya ukuran batang, daun dan akar yang berbeda. Pada tempat teduh laju pertumbuhan sedikit lebih cepat dibandingkan di tempat bercahaya karena hormon Auksin lebih banyak dimiliki oleh tanaman di tempat ini dibandingkan ditempat terang, sebab tanaman ditempat ini hanya sedikit menerima cahaya matahari. Daunnya agak menguning dan batangnya kurus.
5.2  Perbedaan pertumbuhan kacang hijau pada tempat gelap dan terang

Perbedaan
Gelap
Terang
Warna
Pucat
Hijau segar
Pertumbuhan
Cepat tumbuh
Lambat tumbuh

5.3       Ketinggian kecambah selama 6 hari

HARI
JENIS PERLAKUAN
POT DI TEMPAT GELAP
POT DI TEMPAT TERANG
Pa
Po
Rata-Rata
Pc
Pd
Rata-Rata
1
0.5
1
0,75
1
0
0,5
2
1
1,5
1,25
1
0
0,5
3
3,5
3,5
3,5
2
0,5
1,25
4
1,8
10,5
11,4
2,5
1,25
1,8
5
13
14
13,5
3
1,5
2,25
6
19,5
19
19,25
4
1,5
2,75



Grafik ketinggian kecambah di tempat gelap.



Grafik ketinggian kecambah di tempat terang

BAB VI PENUTUP

6.1  Kesimpulan
Berdasarkan penelitian kami dapat disimpulkan bahwa kecambah yang ditempat gelap mempunyai titik pertumbuhan lebih tinggi dari pada yang di tempat terang karena kecambah yang tumbuh di tempat terang mengalami kerusakan pada bagian auksin sehingga kecambah tumbuh tampak segar. Tapi pada kecambah yang berada di tempat gelap tidak mengalami kerusakan pada bagian auksin sehingga kecambah tumbuh tampak pucat dan kurus.

      6.2 Saran
Harapan kami agar masyarakat luas dapat menggunakan hasil penelitian kami sebagai pengetahuan tambahan yang berguna bagi mereka, juga membantu dalam bidang pertanian agar menemukan cara baru untuk menumbuhkan kecambah dengan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi. Dan juga berguna bagi kita yang ingin menumbuhkan kecambah yang baik dan berkualitas.
           



DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar, dkk. 1997. Biologi 2000. Jakarta : Erlangga.
               .         . Pengaruh Cahaya Terhadap Perkecambahan. Jakarta :        .

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar